Jual Beli Kucing Itu Haram, Benarkah?

Posted by: Tags:

Image result for Jual Beli Kucing Itu Haram, Benarkah?

SAAT ini banyak transaksi yang terjadi di masyarakat. Termasuk di dalamnya jual beli kucing. Bagaimanakah Islam memandang jual beli kucing?
Termasuk jual beli yang terlarang ialah jual beli kucing. Namun hal ini perlu dirinci, manakah bahwasanya kucing yang tidak diperbolehkan dijual belikan dan mana yang dibolehkan.
Dalil larangan jual beli kucing ialah hadits-hadits berikut ini.

Dari Abu Az Zubair, ia berkata bahwa ia pernah menanyakan pada Jabir mengenai hasil penjualan anjing dan kucing. Lalu Jabir mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang keras hal ini.” (HR. Muslim no. 1569).

Abu Muhammad Ibnu Hazm mengatakan bahwa yang dimaksud dengan zajar dalam hadits di atas ialah larangan keras. (Al Muhalla, 9: 13)

Juga dari Jabir, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari hasil penjualan anjing dan kucing.” (HR. Abu Daud no. 3479, An Nasai no. 4668, Ibnu Majah no. 2161 dan Tirmidzi no. 1279. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dalam ‘Aunul Ma’bud disebutkan, “Al Khottobi mengatakan bahwa larangan jual beli kucing mengandung dua makna. Di antaranya, mampu jadi alasannya ialah kucing ialah hewan liar yag tidak memiliki pemilik sehingga tidak mungkin mampu diserahterimakan. Dan juga kucing selalu berada di sekeliling insan dan tidak pernah lepas dari mereka, beda halnya dengan hewan ternak dan burung yang biasa di sangkar atau di sangkar.”

Sedangkan Imam Nawawi punya pendapat lain. Jika kucing itu bermanfaat, maka tidak persoalan diperjualbelikan. Manfaat di sini tentu saja bukan hanya sebagai hewan hiasan, namun benar-benar manfaat bagi pemiliknya.

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Adapun larangan jual beli kucing dimaknakan untuk kucing yang tidak ada manfaat, atau dimaknakan pula larangannya ialah larangan tanzih (dihukumi makruh). Karena kucing sudah biasa diberi sebagai hadiah, dipinjamkan atau dalam rangka menolong orang lain diberi secara cuma-cuma. Inilah umumnya. Namun bila kucing tersebut bermanfaat, jual belinya jadi sah dan hasil jual belinya pun halal.

Inilah pendapat dalam madzhab Syafi’i dan madzhab ulama lainnya. Sedangkan Ibnul Mundzir, juga pendapat dari Abu Hurairah, Thowus, Mujahid dan Jabir bin Zaid menyatakan bahwa tidak boleh jual beli kucing. Alasan mereka ialah hadits di atas yang melarangnya. Sedangkan jumhur ulama (baca: mayoritas) berpendapat sebagaimana yang telah kami sebutkan dan inilah pendapat yang jadi rujukan.” (Syarh Shahih Muslim, 10: 213).[]

Sumber: rumaysho

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below