Cara Agar Tetap Istiqomah di Jalan Allah

Posted by: Tags:

Melaksanakan amalan baik tentu tidak sulit. Yang menjadi sulit ialah membuatnya menjadi terus menerus dilakukan atau tetap istiqamah. Amalan yang konsisten ialah amalan terbaik dibanding melaksanakan besar-besaran dan penuh semangat membara, namun hanya sekali saja.

Memang wajar apabila insan mengalami turun naik mood dalam beribadah. Namun kalau terus menerus mengikuti mood dan memleihara dinamika yang terus turun naik, tentu tidak akan baik terhadap amalan ibadah kedepannya. Manusia juga harus Istiqomah apalagi dalam menjalankan misi hidupnya sebagaimana Tujuan Penciptaan Manusia , Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan apa yang adala dalam fungsi agama  dan telah ditetapkan oleh Yang Mahakuasa SWT.

Tanpa istiqomah, tentu insan tidak akan mampu meraih Sukses Menurut Islam, Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam, dengan Cara Sukses Menurut Islam. Dunia Menurut Islam memang daerah sementara untuk beramal, namun kalau amalan tidak dilakukan Istiqomah, maka kesuksesan sulit akan didapat.
Tentu tidak mudah untuk istiqomah, apalagi dalam diri insan senantiasa terdapat hawa nafsu dan setan yang selalu membisikkan pada diri insan untuk berbuat zalim dan melenceng dari aturan Allah. Berikut ialah cara semoga tetap istiqomah melaksanakan amalan kebaikan dalam keseharian kita.

Mengisi Daya Diri dengan Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan ialah dasar dari kehidupan manusia. Tanpa ilmu pengetahuan insan akan tersesat dan terjebak pada jalan yang keliru. Untuk itu, cara semoga istiqomah salah satunya ialah dengan cara mencari dan mengisi diri kita dengan ilmu pengetahuan.

Yang Mahakuasa memerintahkan insan untuk senantiasa menggunakan logika dan tidak menggunakan hawa nafsu. Akal insan akan berjalan dan berfungsu kalau memang ada ikatan atau ada berita yang masuk ke dalamnya. Ibarat sebuat mesin pembuat roti, ia tidak akan bekerja kalau tanpa ada adonan atau materi bahan yang masuk. Untuk itu, menjadi penting semoga istiqamah di jalan kebaikan ialah dengan mnggunakan ilmu pengetahuan.

Tentu jangan hingga kita menjadi seseorang, sebagaimana yang Yang Mahakuasa sampaikan dalam ayat berikut:
“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya ialah ibarat keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Yang Mahakuasa itu. Dan Yang Mahakuasa tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (QS Al Jumuah : 5)

Pengetahuan yang harus diperkuat semoga istiqomah salah satunya ialah mengenai anutan agama. Hal ini contohnya ialah memperdalam pengetahuan dasar islam perihal rukun islam , rukun keyakinan , Fungsi Iman Kepada Kitab Allah, Fungsi Iman Kepada Yang Mahakuasa SWT, Fungsi Al-quran Bagi Umat Manusia, dsb.
Mengkondisikan diri Dengan Al Quran

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (QS Al A’raf:52)

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa Al Alquran ialah petunjuk yang menjelaskan mengenai pengetauhan dasar perihal Yang Mahakuasa dan Kekuasaannya. Dan inilah yang menjadi petunjuk bagi orang-orang yang beriman. Untuk itu, dalam menjaga keistiqomahan, maka seorang muslim harus tetap berinteraksi dengan Al-Quran dan mengkondisikan dirin bersamanya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara:

Membaca Isi Al Quran
Membaca isi Al Alquran ialah salah satu bentuk kita mengkondisikan diri dan berinteraksi degan Al Quran. Membaca Al Alquran tentu bukan hanya sekedar membaca teks nya saja melainkan juga membaca makna dan isi dari Al-Quran. Walaupun dalam memahami dan menafsirkannya membutuhkan ilmu tersendiri, namun umat islam dapat mempelajarinya dan menanyakannya kepada ulama Al-Quran. Hal ini sesuai kedudukan dan fungsi Al Quran, sebagaimana ayat berikut:

“Al Quran) ini ialah penjelasan yang tepat bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui sesungguhnya Dia ialah Tuhan Yang Maha Esa dan semoga orang-orang yang pintar mengambil pelajaran” . (QS: Ibrahim :52)

Mencoba Mengamalkannya
Mencoba mengamalkan Al-Quran walau sedikit-sedikit tetap mampu membuat diri kita istiqomah bersama Al-Quran. Yang terpenting bukanlah pada hasilnya, namun proses konsisten dan peningkatan amalan terus menerus. Orang yang mencoba mengamalkan Al Alquran tentu saja akan dipermudah jalannya oleh Allah.

Menghayatinya Sebagaimana Yang Mahakuasa berbicara kepada Kita. Menghayati Al-Qiuran selain membayangkan bagaimana isi dan maknanya juga mampu seakan akan Yang Mahakuasa yang pribadi berbicara kepada kita. Tentu perasaan ibarat itu akan membuat kita semakin merasa di awasi dan diperingatkan oleh Yang Mahakuasa secara langsung. Bergabung dengan Orang-Orang yang Shaleh

Untuk membantu istiqomah dalam hal-hal kebaikan tentunya juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar kita. Lingkungan yang baik dan shaleh tentu akan membantu kita juga semakin semangat dalam mengamalkan kebaikan. Meskipun memang tidak selalu dalam lingkungan yang baik maka setiap orangnya akan baik. Akan tetapi hal ini dapat mempermudah kita mengkondisikan diri dan terus terpacu untuk konsisten atau istiqomah dalam amalan kebaikan.

Orang-orang shaleh ini ibarat ciri-ciri berikut ini:
Senantiasa melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar
Mengajak untuk berinfak shalih dan berlomba-lomba berbuat kebaikan

Mengajak berada dalam lingkungan yang baik dan kondusif
Tidak menjerumuskan pada aktifitas yang sia-sia
Senantiasa menjauhi untuk membicarakan keburukan orang lain

Jangan hingga kita mengakibatkan teman-teman kita atau lingkungan kita ialah orang-orang yang zalim, fasik dan mendekati kepada kekafiran. Hal ini sebagaimana yang disampaikan dalam Al-Quran sebagai berikut:

“Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan)”. (QS AL A’raf : 202)
Berusaha Menjalankan Amalan Walau Belum Sempurna

Menjalankan amalan secara tepat memang tidaklah mudah namun bukan juga harus ditinggalkan ketikan hal tersebut sangat sulit. Hal ini sebagaiman disampaikan Yang Mahakuasa dalam Al Quran.
“Maka tetaplah kau pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kau dan janganlah kau melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kau kerjakan”. (QS Huud : 112)

Ketika amalan yang kita lakukan tidak tepat tentu saja bukan menjadi kita berputus asa lantas kembali berbalik ke belakang. Menjalankan amalan baik mampu dilakukan sedikit-sedikit, walau tidak tepat sambil jalan kedepan sekaligus memperbaikinya. Tidak ada insan yang sempurna, yang terpenting ialah terus menerus memperbaiki diri dna tetap menjalankan amalan walau terdapat banyak kekurangan.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below