5 Prajurit TNI Kurang Terkenal Namun Sangat Berjasa

pasti-lima.com –  Banyak mungkin dari kita lupa akan sepak terjang prajurit TNI ini, mungkin alasannya ialah kurangnya pengetahuan anda perihal sejarah Indonesia maupun sedikit buku yang mengulas dongeng perjuangan prajutit ini, kali ini pasti-lima.com sedikit mengenang 5 prajurit kurang terkenal namun sangat berjasa untuk negara ini. Siapa sajakah mereka :

ALEX EVERT KAWILARANG
Lahir di Jakarta 23 Februari 1920 dari pasangan A.H.H. Kawilarang, yang merupakan,seorang mayor KNIL asal Tondano, sementara itu ibunya, Nelly Betsy Mogot.
Kawilarang mengawali kariernya sebagai Komandan Pleton Kadet KNIL di Magelang pada bulan 1941-1942. Pada 11 Desember 1945 ia menjadi perwira penghubung dengan pasukan Inggris di Djakarta dengan pangkat mayor.


DAAN MOGOT
Selanjutnya merupkan pendekar sekaligus sepupu dari Alex Kawilarang. Daan Mogot lahir di Manado pada tanggal 28 Desember 1928 dari pasangan Nicolaas Mogot dan Emilia Inkiriwang (Mien) dengan nama Elias Daniel Mogot
SUNGKONO
Kolonel Sungkono merupakan Gubernur Militer Jawa Timur. Sangat berperan besar pada masa-masa perjuangan bangsa Indonesia maupun mempertahankan kemerdekaan Indonesia. ”Lebih bai hancur lebur daripada dijajah kembali” merupakan semangat dari kolonel Sungkono.
GATOT SUBROTO
Lahir di Banyumas, Jawa Tengah, 10 Oktober 1907 Jenderal Gatot Soebroto dan meninggal di Jakarta, 11 Juni 1962 pada umur 54 tahun ialah tokoh perjuangan militer Indonesia dalam merebut kemerdekaan dan juga pendekar nasional Indonesia. Ia dimakamkan di Ungaran, kabupaten Semarang.
Setamat pendidikan dasar di HIS, Gatot Subroto tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, namun memilih menjadi pegawai. Namun tak lama kemudian pada tahun 1923 memasuki sekolah militer KNIL di Magelang. Setelah Jepang menduduki Indonesia, serta merta Gatot Subroto pun mengikuti pendidikan PETA di Bogor
AH NASUTION

Jenderal Besar TNI (Purn.) Abdul Haris Nasution (lahir di Kotanopan, Sumatera Utara, 3 Desember 1918 – meninggal di Jakarta, 6 September 2000 pada umur 81 tahun) ialah seorang pendekar nasional Indonesia. yang merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban ialah putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya, Lettu Pierre Tendean.
Semoga menambah wawasan anda..

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below