.:[Close][Klik 2x]:.
Wanita Ini Putuskan Pacarnya yang Miskin dan Jorok, Siapa Sangka 6 Tahun Kemudian Ia Menyesal |

Wanita Ini Putuskan Pacarnya yang Miskin dan Jorok, Siapa Sangka 6 Tahun Kemudian Ia Menyesal

Posted by: Tags:


Cinta pertama selalu ialah cinta yang sangat spesial.
Semua yang terjadi pada cinta pertama akan menjadi memori yang tidak akan pernah terlupakan.


Baik itu dongeng yang mengagumkan atau menyakitkan, semuanya akan terbawa seumur hidup.
Cerita ini terjadi di kehidupan seorang wanita yang kisahnya ada disini.
Aku ialah seorang wanita biasa yang punya dongeng hidup yang biasa.

Aku lulusan S1 yang setelah final kuliah pergi keluar dari rumahku untuk cari pekerjaan.
Di dalam kereta ke kota, saya bertemu dengan cinta pertamaku.
Dia periang, gampang diajak bicara, perhatian, dan baik hati.
Sesampainya kami di kota, ia juga memberikanku nomor handphone, agar mampu tetap ngobrol, katanya.

Hampir setiap hari ia menelfonku, menanyakan kabarku, menghiburku waktu saya susah.
Seperti seorang koko yang perhatian pada adiknya.

Waktu saya ditipu, ia juga orang pertama yang datang untuk menolongku.
Waktu saya nggak punya apa-apa, ia mengajakku untuk tinggal di rumahnya.
Tinggal di sebuah kamar yang kecil yang ia siapkan untukku.
Kasurnya ia berikan untukku sementara ia tidur di atas tikar.

Keesokan harinya, ia mengajak saya untuk mencari daerah lain yang lebih murah.
Dia bahkan menyisihkan gajinya untuk membayar DP rumah itu.
Dia bukan pekerja kantoran yang gajinya besar.

Dia cuma seorang buruh antar yang gajinya bergantung pada ada tidaknya order.
Akhirnya setelah saya mendapat pekerjaan yang cukup baik, saya mengajaknya makan dan tanpa kusangka.

Dia menyatakan perasaannya padaku dan kami pun berpacaran.
Tapi seiring dengan waktu, saya mulai melihat banyak kebiasaan buruknya.
Dia jarang mencuci kaki, tidak pernah membereskan rumah, dan sering pergi keluar dengan temannya untuk minum bir.

Kami cukup sering bertengkar hanya alasannya ialah hal-hal kecil.
Suatu hari, mamaku meneleponku dan bertanya apakah saya sudah punya pacar.
Waktu itu saya berpikir, keadaan saya dan pacarku sedang tidak baik.
Pekerjaanku terlihat lebih baik dan harusnya orangtuaku tidak akan menyetujui korelasi kami.

Karena itu saya bersikeras mengatakan jika saya masih sendiri.
Akhirnya mamaku mengenalkanku pada seorang pria.
Aku beberapa kali pulang untuk menemui pria itu, sekedar untuk berkenalan.
Tapi pacarku itu tidak pernah baiklah dan kami selalu bertengkar setiap kali saya mau pulang ke rumah orangtuaku.

Akhirnya di tahun 2009, saya putus dengan pacarku itu dan beberapa bulan setelahnya saya menikah dengan pria yang jadi manager di daerah kerjaku.
Hanya alasannya ialah saya tidak tahan dengan pertengkaran yang terus terjadi antara saya dan mantan pacarku.

Kalau dipikir-pikir, keputusanku waktu itu terlalu buru-buru.
Waktu masa-masa kami belum menikah, manager yang sekarang menjadi suamiku ini setiap hari mengirimiku bunga.

Selain itu sering menraktirku makan, mengajakku nonton bioskop, sesekali memberikanku hadiah, dan hal-hal ini membuat hatiku luluh.

Tapi setelah menikah ia memintaku untuk jadi ibu rumah tangga penuh waktu, nggak pernah lagi ada hal-hal romantis yang ia lakukan.

Bahkan saya pernah tahu secara tidak sengaja jika ia masih berafiliasi dengan mantan istrinya.

Tidak jarang ia membawa pulang anak dari istrinya untuk dijaga olehku.
Pernah suatu kali ketika saya sedang menjaga anaknya, mereka pergi kencan ke bioskop dan hal ini membuatku marah besar.

Aku bertengkar dengan suamiku, bahkan memarahi mantan istrinya.
Sejak itu mereka tidak pernah lagi berhubungan, tapi sikap suamiku berubah total.
Aku lebih muda 16 tahun dari mantan istrinya, lebih cantik, dan lebih mampu dandan, kuliner ia lebih memilih mantan istrinya?

Di tahun 2014, saya memergoki suamiku sedang berafiliasi dengan mantan istrinya lagi. Emosiku pribadi memuncak dan saya minta cerai ketika itu juga.

Akhirnya di tahun 2015, saya menjadi sales di sebuah perusahaan kecil yang prospeknya tampak baik.

Suatu hari ketika saya sedang dinas, saya tak menyangka saya bertemu dengan mantan pacarku.

Dia sudah menjadi seorang pengusaha besar dan ketika ini menjadi klien utama kantor kami. Aku terkejut, tapi ia tampak tenang.

Dia menanyakan kabarku dan kami sedikit bernostalgia.

Akhirnya ia mengatakan jika ia sudah memiliki seorang pacar dan mereka akan menikah tahun depan.

Hatiku rasanya pedih, tapi apa daya, semua sudah terjadi, dan hari itu, kami tidak berbisnis, kami hanya bernostalgia.

Dia berkata, “Jujur, saya banyak mengalami sakit hati waktu kita putus. Tapi jika bukan alasannya ialah kamu, saya nggak yakin saya mampu sukses hari ini.”
Setelah kami berpisah, saya mengirimnya sebuah SMS, “Apakah kau masih sayang sama aku? Walaupun sedikit aja?”

“Cinta atau nggak cinta, sayang nggak sayang, semuanya udah berlalu.”
Melihat jawabannya, saya tahu saya sudah kehilangan seseorang yang benar-benar mencintaiku.

Aku menangis, sadar saya masih mencintainya. Tapi semua sudah berlalu dan kehidupanku harus berjalan.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below