.:[Close][Klik 2x]:.
Sebelum Dibunuh, Ini Transkrip Pertengkaran Pegawai BNN… Kaprikornus Miris Baca Nya !!! jaangan di tiru ya… |

Sebelum Dibunuh, Ini Transkrip Pertengkaran Pegawai BNN… Kaprikornus Miris Baca Nya !!! jaangan di tiru ya…

Posted by: Tags:



Kasus pembunuhan pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN) Indria Kameswari (30) mulai menemukan titik terang setelah suaminya, Abdul Malik Azis (37), ditangkap sebagai tersangka tunggal hari Minggu (3/9) kemarin.

Diduga mereka sempat bertengkar mahir sebelum pembunuhan terjadi.
Pihak keluarga tersangka memiliki rekaman pertengkaran suami istri tersebut yang diperdengarkan kepada wartawan, Senin (4/8).

Dari rekaman tersebut, yang belum diverifikasi kebenarannya oleh pihak berwajib, bunyi perempuan diduga Indria memaki-maki pria lawan bicaranya, diduga Abdul, dengan sebutan binatang.

Topik pembicaraan yakni si perempuan menuntut dibelikan kendaraan beroda empat gres dan mewah, dan menghina si pria dengan nama binatang dan menyebut mobilnya sebagai “odong-odong”.
Rekaman itu diperdengarkan oleh Siti Nur Aini, kakak perempuan Abdul, di kediaman tersangka Jalan Warakas I, Gang II A Nomor 9, Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Berikut transkrip rekaman tersebut:

Suara perempuan: Kaga ada yang buktiin, saya pengen kabur rasanya.. Kalau saya tidak ada beberapa hari ini kau jangan nyari saya. Capek otak saya, saya pengen istirahatin otak saya. Capek otak saya. Sengsaraa aja, dijanjiin melulu. Mana sekarang kendaraan beroda empat mana. Mana mobilnya. Mana mobilnya mana mobilnya sekarang? Kamu buktiin aja enggak. Yang ini, yang itu, ngomong aja semuanya. Coba mana omongan yang teralisasi, mana akad kau yang terealisasi. Gak ada satu pun.

Suara pria: Ya gres kemarin, jangan dipukul pukul dong.
Suara perempuan: Goblok kamu. Baru kemarin, gres kemarin, dari dulu (makian binatang), dari dulu! Grand Vitara mulu Grand Vitara mulu, mana hingga sekarang! Odong odong aja lu pake! Kamu gak becus!

Suara pria: Aduh jangan pukul pukul dong!
Suara perempuan: Gak becus juga kau ah! Kamu becusnya ini odong odong kau pake. (makian binatang)!

Suara pria: Ya belum lah pake proses bu.
Suara perempuan: (Makian binatang) kau proses proses, apa yang kau proses. Dari kemarin hingga hari ini saya kepengen, mana!! Capek saya ngomong begitu sama kamu. Kamu tuh, saya belum jalan sama orang lain. Awas kau jika gue selingkuh harus macem macem kau sama saya.

Suara pria: Selesaikan pelan pelan-lah.

Suara perempuan: Kamu langgar gue sekarang awas kamu. Kamu udah bawa saya sengsara (makian binatang)! Lu udah bawa hidup saya sengsara. Saya gak mau naik odong-odong ini! Saya bisa pakai kendaraan beroda empat gede, saya bisa pakai kendaraan beroda empat mewah! Saya malu! (Makian binatang). Saya aib hidup sama kamu. Hidup ngontrak! Atap rumah bocor, saya juga yang bayar itu rumah. (Makian binatang). Tahan tahan ribuan kali saya tahan. Kamu pikir saya apa. Saya kerja, saya cantik, saya kerja, jika kamu?

Suara pria: Ya kan saya cuman menjalani apa yang saya bisa bu.

Suara perempuan: Kamu gak bisa apa apa (makian binatang)!

Suara pria: Gak bisa apa apa gimana sih bu. Orang ini kan saya lagi perjuangan bu.
Suara perempuan: Kebanyakan mikir kamu!

Suara pria: Aduh ya allah. Sakit bu. 
Suara perempuan: Mobil cepetan (Makian binatang)! Gak usah nunggu-nunggu si eyang setan. Mana yang ada. Kamu kebanyakan mikir. Mikir DP, bayar ini-itu lah. Berarti kau gak bisa (makian binatang).

Suara pria: Bukannya gak bisa bu tapi kan pakai proses bu.
Suara perempuan: Ya jika ini diproses gimana (makian binatang). Ini jika kau gak ngasih berkas gimana mau proses (makian binatang).
Suara pria: Ini kan kemarin saya sudah kasih.

Suara perempuan: Bodoh lu laki-laki (makian binatang). Gue mau gak hidup sengsara. Gue punya kerjaan (makian binatang). Pikir gue laku sama kau yang kere ini. Sini saya yang ajuin, saya masih minder sama keluarga dan teman-teman saya. Gara gara aib setan. Ngomong aja kamu. Saya ngomong kau anggap sampah (makian binatang). Gak pernah ada realisasi. Suami saya seharusnya tidak begini. Suami saya itu harusnya mampu! Doktor! Direktur! Itu gres suami saya! Odong odong kau punya. Kamu pikir saya main-main ya. (makian binatang)! Saya masih ada harga diri buat bawah umur (makian binatang). Saya bertahan alasannya mereka.

Suara pria: Sama saya juga begitu.

Suara perempuan: Sana pergi kamu, kau pergi saja. Untuk apa kau bertahan sama saya. Ngapain kau bertahan cuman alasannya anak-anak. Kamu pikir cukup kayak gitu cukup! Rumah mewah, kendaraan beroda empat mewah! Udah pakai kendaraan beroda empat odong odong. Bodoh kamu! Odong-odong lagi, odong-odong lagi kau bawa. Saya bekerja, cantik, saya tidak mau berpenampilan ibarat pembantu begini!

Suara pria: Saya cuma bisa berusaha. Saya menunjukkan nafkah sesuai kemampuan saya.

Suara perempuan: Itu namanya gak mampu! Pergi kau jika gak mampu! Kamu pergi. Gak sesuai dengan keinginan saya. Gak sesuai sama keinginan saya dasar kau (makian binatang). Kamu pikir saya gak aib hidup kayak gini. Malu tau gak (makian binatang)! Saya aib pakai kendaraan beroda empat ini! Saya malu! Kamu sudah menjatuhkan harga diri saya di depan semuanya, keluarga dan teman-teman saya.

Suara pria: Astagfirullah.

Suara perempuan: Ah (makian binatang) kamu!
===
Abdul, menurut keterangan kakaknya, yakni seorang kontraktor lulusan sebuah universitas di Australia.
Belum terperinci kapan pertengakaran itu terjadi.
Indria ditemukan tewas dengan luka tembakan di punggung di rumah kontrakan pasangan suami-istri tersebut di perumahan River Valley, Blok B2 Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jumat (1/9) pagi.
Sempat melarikan diri, Abdul jadinya diamankan personil gabungan BNN dan Polri di Tanjung Buntung, Batam, Kepulauan Riau pada Minggu (3/9) pukul 23.00 WIB.

Rumah di Tanjung Priok, Jakarta Utara, milik Abdul Malik Azis, tersangka pembunuh istrinya sendiri, Indria Kameswari.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below