Saat Shalat Hindari Sujud Seperti Ini, Jika Kamu Tidak Mau Pahala Shalat Makara Hilang

Sujud merupakan salah satu gerakan wajib yang harus dilakukan ketika salat. Inilah salah satu bentuk ketaatan seorang hamba, dengan jalan merendahkan diri-Nya di hadapan Tuhan SWT.

Selain menjadi rukun salat, sujud juga memiliki manfaat menakjubkan bila dikaji dari segi medis. Posisi ini menjadikan darah akan kaya oksigen dan bisa mengalir maksimal ke otak, sehingga besar lengan berkuasa terhadap daya pikir seseorang.

Saat Shalat Hindari Sujud Seperti Ini, Jika Kamu Tidak Mau Pahala Shalat Kaprikornus Hilang
Gambar hanya ilustrasi

Seperti gerakan salat lainnya, bersujud juga memiliki aturan tersendiri. Jika salah dalam gerakannya maka akan menjadikan batal dan tidak sah nya salat seseorang. Lantas ibarat apa sujud yang benar dan sujud yang membatalkan salat? Berikut ulasannya.

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diperintahkan untuk melaksanakan sujud dengan bertumpu pada 7 anggota badan. (HR. Bukhari dan  Muslim).

Selain riwayat tersebut, hadist riwayat Bukhari dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

“Aku diperintahkan untuk bersujud dengan bertumpu pada tujuh anggota badan: dahi dan dia berisyarat dengan menyentuhkan tangan ke hidung beliau, dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung-ujung dua kaki…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari keterangan di atas terdapat tujuh anggota tubuh yang terlibat dikala seseorang melaksanakan sujud. Anggota tubuh tersebut antara lain, dahi dan mencakup hidung, dua telapak tangan, lutut dan dua ujung kaki.

Sujud yang salah mungkin sering dilakukan seorang muslim ketika salat. Hal ini terjadi alasannya ialah ketidaktahuan dan membutuhkan pencerahan.

Tidak dipungkiri bahwa dalam salat ada orang-orang yang hanya menempelkan dahinya saja ke tanah atau lantai ketika bersujud. Cara tersebut salah  karena Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk menempelkan dahi dan hidung ketika sujud. Hal ini berdasarkan dua hadist Rasulullah SAW berikut.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menempelkan dahi dan hidungnya ke lantai…” (HR. Abu Daud, Turmudzi dan dishahihkan Al Albani dalam Sifat Shalat, Hal. 141)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak menempelkan hidungnya ke tanah, sebagaimana dia menempelkan dahinya ke tanah.” (HR. Ad Daruqutni dan At Thabrani dan dishahihkan Al Albani dalam Sifat Shalat, Hal. 142).

An-Nawawi mengatakan, “Untuk anggota sujud dua tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki, apakah wajib sujud dengan menempelkan kedua anggota tubuh yang berpasangan itu? Ada dua pendapat Imam ‘alaihis salam-Syafii. Pendapat pertama, tidak wajib. Namun sunah muakkad (yang ditekankan). Pendapat kedua, hukumya wajib. Dan ini pendapat yang benar, dan yang dinilai kuat oleh as-Syafi’i Rahimahullah. Karena itu, bila ada salah satu anggota sujud yang tidak ditempelkan, shalatnya tidak sah.” (al-Majmu’, 4/208).

Sementara itu  Dr. Sholeh al-Fauzan menjelaskan dua rincian untuk orang dalam bersujud. Jika seseorang tidak menempelkan tujuh anggota tubuhnya alasannya ialah udzur yang menghalanginya, maka tidak ada problem baginya untuk melaksanakan sujud dengan bertumpu pada anggota sujud yang bisa dia letakkan di tanah. Sedangkan  anggota sujud yang tidak bisa dia letakkan, menjadi udzur baginya.

Akan tetapi ini tidak berlaku terhadap orang-orang yang masih sehat dan  tanpa ada udzur yang diizinkan syariat,   bila tidak meletakkan 7 anggota sujudnya, maka  shalatnya tidak sah. Karena dia mengurangi salah satu rukun shalat, yaitu sujud di atas 7 anggota sujud.

Lalu bagaimana dengan wanita yang memakai mukena sehingga asesorisnya menutupi dahi? Ternyata hal ini juga banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang asesoris yang berlebihan dalam mukena yang terpasang di bab muka, menghalangi jidat menempel di bantalan shalat ketika sujud. Hal ini dapat menjadikan shalat wanita tersebut tidak sah.

Karenanya wanita dibutuhkan berhati-hati ketika memilih mukena untuk salat. Karena dengan mukena yang menutupi dahi, maka sujud tersebut tidak sah alasannya ialah tidak pribadi menyentuh kawasan salat. Jika sujud tidak sah, otomatis salatnya juga tidak diterima.

Imam Taqiyuddin Asy-Syafi’I dalam Kifayatul Akhyar memberi penjelasan mengenai problem tersebut, “Ketika seseorang bersujud dengan dahi dan hidung tidak menempel ke tanah (alas shalat) maka tidak sah, atau bersujud diatas serban (yang merupkan bab dari busana) maupun lengan baju yang sedang ia pakai juga dianggap tidak sah, alasannya ialah kesemuanya itu menempel dengan badan.”

Dengan artian apa saja yang sedang dipakai seseorang dalam shalat ibarat mukena, serban, peci dan lain-lain yang menghalangi dahi maupun telapak tangan menempel ke bantalan shalat ketika bersujud maka tidak sah.

Sementara dengan sajadah atau serban yang sengaja digunakan sebagai bantalan sujud, tidak mengapa dipergunakan, alasannya ialah tidak termasuk dalam sesuatu yang dipakai yang tidak mengikuti gerakan dalam shalat sebagai mukena.

Sumber : infoyunik.com

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below