Subhanallah, Ternyata Bendera Merah Putih Terinspirasi dari Rasulullah, Ini Haditsnya

Warna Merah Putih menyerupai warna bendera negara kita Indonesia, ternyata juga melekat dekat dengan atribut Rasulullah. Seperti yang diriwayatkan oleh Jabir bin Samurah yang berkata:

“Saya ketika itu melihat Nabi berpakaian merah. Kemudian saya membandingkannya dengan melihat bulan. Ternyata dalam pengamatan saya, ia lebih mengagumkan daripada bulan.” (HR. Abu Ya’la dan Al-Baihaqi)

Subhanallah, Ternyata Bendera Merah Putih Terinspirasi dari Rasulullah, Ini Haditsnya

Dan juga yang diriwayatkan oleh Ibnu Qudamah yang berkata, “Pakaian yang paling utama yaitu pakaian yang berwarna putih alasannya yaitu Nabi bersabda, Sebaik-baik pakaian kalian yaitu yang berwarna putih. Gunakanlah sebagai pakaian kalian dan kain kafan kalian.” (al Mughni, 3/229)

Bahkan Rasulullah juga pernah bersabda menyerupai yang dijelaskan oleh Imam Muslim, “Allah menyampaikan kepadaku bumi. Aku ditunjukkan pula Timur dan Baratnya. Yang Mahakuasa menganugerahkan kepadaku warna yang indah. Yaitu Al Ahmar Wal Abyadh (Merah dan Putih).” (Al Fitan Jilid X hal. 340)

Dan atas dasar inilah para Ulama yang notabene yaitu motor utama perintis kemerdekaan bangsa ini semenjak kurun ke-7 M mulai berbagi bendera merah putih menjadi bendera umat Islam yang merupakan komponen lebih banyak didominasi bangsa Indonesia.

Mereka juga mulai membudayakan warna merah dan putih sebagai lambang penyambutan kelahiran bayi dan tahun gres Islam dengan bubur merah putih. Dan dilazimkan pula pada ketika membangun rumah biar dikibarkan bendera Merah Putih di bubungan atap rumah yang sedang dibangun. (Api Sejarah, karya Prof.Ahmad Mansur Suryanegara )

Warna Merah dan Putih bergotong-royong juga sangat dekat dengan unsur kehidupan insan dan lingkungan tempatnya hidup. Unsur darah dalam badan insan juga terdiri dari dua unsur utama, sel darah merah dan sel darah putih.

Secara Geologi, warna merah dan putih juga mewakili 2 unsur alami di bumi, yaitu yang terpanas berwarna merah (lava/isi perut bumi dan gunung) dan yang terdingin yaitu salju yang berwarna putih.

Secara optik, Merah yaitu warna dengan frekuensi cahaya paling rendah yang masih bisa ditangkap oleh mata insan dengan panjang gelombang 630-760 nm. Di sisi lain, bila seluruh warna dasar digabung dengan porsi dan intensitas yang sama, maka akan terbentuk warna Putih yang merupakan warna dasar.

Cahaya Merah juga merupakan cahaya yang pertama diserap oleh air laut, sehingga banyak ikan dan invertebrata bahari yang berwarna Merah. Di sisi lain, riak gelombang air laut selalu terlihat berwarna Putih.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa warna Merah Putih itu merupakan simbolisasi dari laut itu sendiri. Tak heran, bila Indonesia yang merupakan negara maritim/negara kepulauan memilih untuk memiliki bendera Merah Putih.

Melihat aneka macam fakta dan realita tersebut, maka kita dapat mengetahui bahwa ternyata bangsa ini bukan hanya besar secara jumlah penduduk dan potensi sumber daya alamnya saja, namun juga besar secara impian filosofisnya.

Hal ini dibuktikan salah satunya dengan pemilihan warna benderanya yang merupakan “warna bendera Rasulullah” (mengutip pernyataan Prof. Ahmad Mansur Suryanegara) yang mengandung nilai-nilai filosofi yang tinggi.

Baca Juga: Kamu Harus Tahu, Ternyata Ini Alasan Sukarno Memilih Tanggal 17 Sebagai hari Kemerdekaan

Dan kewajiban kita sebagai anak bangsa selanjutnya yaitu meneruskan estafet usaha dan mewujudkan impian mulia para “leluhur” perintis bangsa ini. Dengan semangat Merah Putih tentunya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below