.:[Close][Klik 2x]:.
Masya Allah! Ternyata Seperti Inilah Balasan Bagi Istri Yang Nafkahi Suami Dan Anaknya |

Masya Allah! Ternyata Seperti Inilah Balasan Bagi Istri Yang Nafkahi Suami Dan Anaknya

Posted by: Tags:

Pada zaman Nabi, terdapat seorang wanita yang menjadi salah satu istri dari teman dia shallallahu alaihi wasallam. Wanita tersebut berjulukan Zainab ats Tsaqafiyyah. Ia merupakan sosok wanita yang menekuni dunia urusan ekonomi dan menjadi seorang pengrajin.

 
Dari hasil penjualan kerajinannya tersebut, ia menafkahi kehidupannya bersama suami dan anak-anaknya. Namun ternyata apa yang telah dilakukannya membuat ia merasa gundah sebab setiap harinya ia tak bisa untuk berinfak dan menghabiskan semua yang ia dapat untuk keperluan keluarga. Ia tak tahu akhir bagi istri yang nafkahi suami dan anaknya.
 
Zainab berkata pada suaminya “Sesungguhnya engkau dan anak kita telah menghalangiku untuk berinfak di jalan Allah. Tolong tanyakan kepada Rasulullah, kalau yang kulakukan ini termasuk kebaikan akan saya lanjutkan. Dan kalau bukan termasuk kebaikan, saya akan berhenti mengerjakannya”.
 
Suaminya yang ternyata Abdullah bin Mas’ud r.a pun mendatangi dan memberikan pertanyaan sang istri kepada Rasul. Setelah Rasul mendengar pertanyaan yang disampaikan oleh Abdullah bin Mas’ud, Rasul pun menjawab sebagaimana termaktub dalam kitab Hilyatul Auliya “Nafkahilah mereka (anak dan suami) sebenarnya bagimu pahala yang engkau

infaqkan

 

untuk mereka”.

 
Itulah cerita yang telah terjadi ketika jaman Rasul ada dan kini kondisi tersebut semakin dirasakan oleh kaum muslimin yang cukup kesulitan mencari pekerjaan untuk laki-laki dan mudahnya mencari pekerjaan bagi seorang perempuan.
 
Maka apa yang bisa kita ambil hikmahnya akan kejadian tersebut yakni bahwa amal shaleh pasti akan mendatangkan akhir yang baik. Apa yang dilakukan oleh Zainab ats Tsaqafiyyah terhadap anak dan suaminya merupakan sebuah kebaikan dan itu akan dicatat sebagaimana sedekah yang ingin ia lakukan.
 
Hal ini tentu bukanlah sebuah pembenaran akan sifat malas sang suami dalam mencari nafkah atau menyuruh sang istri bekerja sementara suami enak-enakan membisu di rumah tanpa merasa bersalah. Kondisi Abdullah bin Mas’ud diatas memang tidak mencukupi untuk hidup sehari-hari sehingga istrinya pun harus nrimo membantu sang suami menerima penghasilan.
 
Sahabat Islam, Lakukanlah upaya yang terbaik dan kita bisa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Jika pun istri harus bekerja itu merupakan sebuah cara semoga bisa memenuhi kebutuhan hidup dan bukannya untuk menghilangkan kewajiban mencari nafkah bagi suami.
 
Jadi. Untuk kalian para istri yang turut mencari nafkah…. Berbahagialah sebab apa yang telah kalian nafkahkan untuk keluarga akan dicatat menjadi suatu amalan yang serupa dengan sedekah tanpa dikurangi sedikit pun.
 
Semoga Tulisan yang singkat ini bisa bermanfaat bagi pembaca.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below