LIMA CIRI ORANG YANG SEDANG MEMBERSIHKAN DIRI

LIMA CIRI ORANG YANG SEDANG MEMBERSIHKAN DIRI

Kita sedang membersihkan diri dan berusaha menjauhi penyakit-penyakit hati? Meningkatkan keimanan dan kesadaran untuk semakin lebih dekat kepada Tuhan? Ingin merasa lebih dekat dengan agama dan hidup ingin terasa lebih tenang? Kalau iya, kita beruntung. Orang seperti ini ada ciri-cirinya. Bila kita sedang berada pada kesadaran itu.

Sesuaikanlah diri kita pada ciri-ciri orang yang beruntung karena membersihkan jiwanya di bawah ini:

1. Melupakan segala kebaikannya

Lupakanlah kebaikan-kebaikanmu yang pernah dilakukan pada orang lain. Kebaikan bukan untuk diingat-ingat. Mengingat-ingat kebaikan hanya akan membawa kepada kesombongan, perasaan ujub dan riya, sementara amal kebaikan yang kita sombongkan itu belum tentu diterima oleh Allah SWT. Jadi, tidak ada manfaatnya mengingat-ingat kebaikan amal. Yang harus banyak diingat itu adalah keburukan dan dosa-dosa agar membuat merasa hina dihadapan Tuhanmu yang Maha Gagah Perkasa, agar membuat kita senantiasa ingat akan kekurangan dan mendorong banyak istighfar.

2. Mengingat segala keburukannya

Ingatlah keburukan-keburukan yang kita kerjakan di masa lalu. Kenanglah semua kelemahan dan keburukan kita. Sadarlah betapa banyak kesalahan yang sudah kau lakukan. Sebaik apapun kita, janganlah merasa sedikit berdosa. Dosa-dosa itu ada yang sadar dan tidak sadar, ada yang besar ada yang kecil, ada yang terasa dan tidak terasa. Jika demikian, bagaimana kita mengatakan bahwa dosa kita sedikit? Mengingat-ingat keburukan akan mendorong kita mendekatkan diri kepada Tuhan yang telah banyak memberimu rizki tapi kita membangkangnya, memberi kita harta tapi jarang mensyukurinya, memberi kita usia tapi kita gunakan untuk melalaikan-Nya. Banyak mengingat keburukan akan mendorong kita membersihkan jiwa.

3. Melupakan segala pemberiannya

Apapun pemberian-pemberianmu pada orang lain lupakanlah. Apakah itu materi, uang atau tenaga, besar atau kecil. Pemberian kita pada orang belum tentu diterima oleh Allah. Oleh karena itu teruslah banyak memberi. Allah menyukai orang yang memberi daripada yang menerima. Melupakan pemberian pada orang akan membuat kita merasa belum banyak beramal sehingga kita terdorong terus untuk memberi dan beramal.

4. Mengingat segala penerimaannya

Kenanglah selalu orang-orang yang telah banyak memberi, orang-orang yang berbuat baik. Betapa mereka telah berjasa pada kita. Betapa keberhasilan kita banyak dibantu oleh orang lain, terasa atau tidak. Ini akan memunculkan sikap rendah hati. Tidak ada kemajuan dan keberhasilan dicapai oleh sendiri. Pasti dan selalu ada tangan-tangan orang lain yang membantu, langsung atau tidak langsung, dan akuilah itu dalam hati. Mengingat kebaikan dan pemberian orang pada kita akan memurnikan jiwa kita dan pengakuan yang layak pada orang lain serta menghilangkan kesombongan kita.

5. Mengembalikan semua pada Tuhannya

Terakhir, kembalikanlah segala urusan pada Tuhan, Allah SWT. Luruskanlah niat dalam melakukan segala amal kebaikan. Niat yang tidak lurus kepada Allah akan mendatangkan kerugian. Amal-amal kita diterima atau tidak, pasrahkanlah pada-Nya. Segala usaha kita mendatangkan hasil atau tidak serahkanlah kepada Allah setelah kita mengerjakannya dengan maksimal. Kewajiban kita sebagai hamba hanyalah berusaha, hasilnya bukan urusan kita, itu hak Allah sepenuhnya. Dan tidak disisi-Nya tidak kebaikan yang sia-sia.

(KItab Paradigma Hikmah Lima)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below