.:[Close][Klik 2x]:.
AL-BUSTHOMI DAN SEEKOR ANJING |

AL-BUSTHOMI DAN SEEKOR ANJING

AL-BUSTHOMI DAN SEEKOR ANJING

 

Kebiasaan Abu Yazid al-Busthomi suka berjalan sendiri di malam hari. Ia melihat seekor anjing berjalan ke arahnya, anjingnya berjalan lurus tidak menghiraukan sang Syekh, namun ketika sudah hampir dekat, al-Busthomi tiba tiba mengangkat gamisnya kuatir tersentuh anjing yang najis itu. Anehnya, anjing itu berhenti dan memandangnya. Entah bagaimana al Busthomi bisa mendengar anjing itu berkata padanya,

“Tubuhku dan gamismu sama sama kering tidak akan menyebabkan najis padamu, kalo pun engkau merasa terkena najisku, engkau tinggal basuh 7x dengan air dan tanah, maka najis di tubuhmu itu akan hilang. Tapi jika engkau mengangkat gamismu karena menganggap dirimu sebagai manusia lebih mulia dariku, dan menganggap yang berbadan anjing ini najis dan hina, maka najis yang menempel di hatimu itu tidak akan bersih walau kau basuh dengan AIR 7 SAMUDERA”.

Al Busthomi kaget dan minta ma’af. Sebagai permohonan ma’afnya dia mengajak anjing itu untuk bersahabat, dan jalan bersama.Tapi Anjing itu menolaknya;

“Engkau tidak pantas berjalan denganku, mereka yang memuliakanmu akan mencemoohmu, dan melempari aku dengan batu. Aku tidak tahu mengapa mereka menganggapku begitu hina, padahal aku berserah diri pada Sang Pencipta wujud ini, lihatlah aku juga tidak menyimpan sepotong tulang pun, sedangkan engkau masih menyimpan sekarung gandum untuk bergantung.” Anjing itu pun meninggalkan al Busthomi.

Al-Busthomi masih terdiam dan air matanya menetes: “Yaa … Tuhanku, untuk berjalan dengan seekor anjing saja aku tak pantas, bagaimana aku merasa pantas berjalan dengan-MU. Ampunilah hamba-Mu yang hina ini dan sucikanlah hatiku dari najis di hatiku.”

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below