PENGALAMAN ADALAH GURU TERBAIK

PENGALAMAN ADALAH GURU TERBAIK

Orang umumnya berpikir dan mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik. Benarkah? Jawabannya belum tentu alias tidak selalu.

Banyak orang usianya sudah dewasa bahkan orang tua, dan pengalamannya lebih banyak, tapi terlihat tidak dewasa. Banyak orang dewasa sifat dan sikapnya kekanak-kanakan. Sebaliknya, banyak yang usianya masih muda, tapi pikiran dan sikapnya bijaksana, lebih dewasa dan lebih matang dari yang lebih tua. Jadi usia dan pengalaman bukan ukuran. Itu hanya penunjang saja.

Lalu, pengalaman yang bagaimanakah yang menjadi guru terbaik itu?

Jawabannya adalah pengalaman yang direnungkan, pengalaman yang dipikirkan, pengalaman yang dijadikan pelajaran untuk merubah dirinya sehingga semakin banyak pengalamannya, semakin bertambah usianya, semakin dewasa dan matanglah ia sebagai hasil pelajaran dari kesalahan2nya.

Kalau hanya sekadar bertambah usia atau umur, sekadar bertambah pengalaman, tapi tidak pernah berpikir, tidak pernah merenung dan introspeksi, tidak suka belajar dari kesalahan2nya, meskipun usianya 100 tahun tetap saja tidak akan dewasa.

Jadi usia belum tentu bahkan bukan ukuran kedewasaan dan kematangan seseorang. Pengalaman belum tentu menjadi guru terbaik.

Contoh orang tua yang tidak dewasa adalah yang sering membanggakan usianya atau senioritas dll di hadapan yang lain. Karena di bawah sadarnya dia merasa tidak punya kualitas yang lain, sementara dia tidak mau kalah atau ingin dihormati, maka usialah yang ditonjolkan dan dijadikan ukuran kehormatan, kebenaran bahkan kemenangan dirinya. Ini menyedihkan. Wallahu alam

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below